Assalamualaikum.
Apa kabar teman – teman semuanya? semoga baik -baik saja ya. dan kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah tentang hubunganku dengan seorang wanita ketika aku menjajaki bangku perkulihan.
Pada tahun 2011 saya yang bernama Tukimin berhasil lolos mengikuti ujian serempak masuk perguruan tinggi yang pada waktu itu disebut SNMPTN dan saat ini disebut SBMPTN. Dan lolos di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Pada awal masuk kuliah aku belum mempunyai teman yang
akrab denganku selain teman semasa aku SMA dulu dan ternyata mereka yang dulu pernah satu sekolah denganku kini tidak ada satupun yang sekelas denganku dan Secara otomatis aku harus beradaptasi dengan budaya, bahasa, lingkungan, dan banyak hal lainnya seorang diri agar dapat cepat membaur dengan teman – teman baruku dibangku perkuliahan ini. Awal mulanya aku hanya punya beberapa teman yang bisa untuk bertegur sapa saja tapi kurasa ini adalah awal yang baik karena dengan begitu jika ada tugas atau kepentingan yang sama mungkin bisa segera akrab karena keadaan yang mengharuskan.
Ditahun yang sama kira - kira sekitar dua mingguan setelah perkuliahan berjalan secara aktif aku sudah mulai akrab dengan Dhika, Febri, Esar, faisal, dan beberapa teman lainnya. Kurasa itu sudah cukup untuk menuntunku agar bisa mengenal lebih banyak teman lagi karena kebetulan kami berasal dari kota yang berbeda - beda. Pada sebuah moment ketua kelas kami bernama ical meminta data berupa nama lengkap dan nomor hp agar lebih mudah membagikan informasi seputar perkuliahan dan juga menghubunginya jika ada keperluan tertentu. Tidak ada penolakan sedikitpun dari kami semua dan bahkan dari para cowok terlihat lebih bersemangat karena bisa mendapatkan nomor hp cewek yang ditaksir tanpa bersusah payah (sambil menyelam mandi sekalian) begitulah peribahasanya. Pada prosesnya setelah teman – teman semua mengisi nama dan nomor hp pada secarik kertas aku meminta kepada ketua kelas untuk memfoto kopi kertas tersebut syukur langsung saja dipersilahkan olehnya malahan dia memesan untuk dilebihi biar ada cadangan kalau sewaktu - waktu hilang. Setelah ku foto copy dan membagikan kepada kepada ketua kelas dan beberapa teman yang memesan untuk di foto copykan. Secara tiba - tiba ada seorang cewek yang tak tidak kukenali namanya ingin meminjam foto copyan milikku dengan raut wajah sedikit memelas dan berjanji akan segera mengembalikannya padaku jika sudah merekap semua nomor hp tersebut. Meski awalnya agak ragu namun pada akhirnya aku tidak keberatan untuk memberikannya dan berusaha percaya dengan orang yang namanya baru saja kukenali pada saat itu juga.
Pada sore harinya ada seseorang yang menyapaku "selamat sore" melalui pesan singkat dan nomor tersebut tak terdapat dalam kontak hpku. Kusapa balik saja dan kutanyakan saja siapa namanya dan aku malah diberi teka- teki untuk menebaknya tanpa petunjuk apapun (dasar orang aneh "batinku"). Kutanyakan lagi apakah dia teman sekolahku pada saat SMA ternyata bukan dan tragisnya lagi dia membalas pesan tersebut dengan kata gajebo. Apa lagi ini? Sudah tidak memberitahukan namanya dan membalas pesan dengan bahasa yang tak kuketahui. Gajebo apaan? Kutanyakan lagi kepadanya apa maksud dari kata gajebo itu dan ternyata itu sebuah olokan menanggapi tulisanku pada foto copyan sebelumnya yang katanya hampir tidak dapat dibaca selorohnya. Dengan berjalan nya pesan singkat itu aku mengetahui siapa namanya ternyata dia teman sekelasku yang meminta foto copyan. Awalnya dia menyebutkan bahwa namanya ...sensor.... Tapi doi punya nama panggilan yang dia kira lebih nyaman dan sering digunakan teman - temannya untuk memangilnya dengan nama tpanggilan dedek. Setelah teka-teki tentang siapa dia kami membicarakan dari mana asal sekolah tempat kos, dan beberapa hal sederhana mengenai latar belakang masing -masing Sampai akhirnya kami merasa sudah mulai akrab satu sama lain.
Keesokan harinya kami sudah mulai bercanda dan juga sedikit mengejek satu sama lain menandakan bahwa kami saling menerima satu sama lain untuk berteman. Tapi didekat penghujung pembicaraan pada pesan singkat itu dia menawarkan membuatkan nasi goreng untukku, kutanyakan apakah dia serius mau membuatkan nasi goreng buat aku toh juga baru kenal juga kemarin? Dan dia menyanggupi kalo mau untuk dibuatkannya dan ku iya kan saja tawaran niat baiknya itu lumayan lah hemat makan siang besok (anak kos). Doi pun siap membuatkannya dan untuk ketemu dikampus setelah mata kuliah pertama karena setelah itu kebetulan kita sama – sama tidak ada mata perkuliahan lagi.
Dan Pada hari yang menentukan apakah dia bersungguh – sungguh atau hanya ingin memberikanku harapan kesenangan saja. Pada pagi itu aku masuk kuliah pagi seperti biasanya pada pukul 07 : 30 tetapi kebetulan kita tidak satu kelas pada mata kuliah ini. Kuliah berjalan santai dengan dosen yang hanya memperkenalkan diri dan memberikan garis - garis besar materi yang akan di pelajari selama satu semester, sehingga aku keluar kelas lebih cepat dari yang dijadwalkan. Segera saja kulihat ruang kelasnya yang kebetulan hanya bersebelahan tetapi pintunya masih tertutup dan samar – samar kudengar ada suara seorang Ibu - ibu bukan lain adalah dosen yang menjelaskan sesuatu tapi tidak begitu jelas ku lewati saja kelas itu. Disaat yang sama teman – teman sekelasku memberikan saran untuk nongkrong di kantin yang tidak begitu jauh dari kampus ( sekitar 500 m – 600m dari kampus) agar diantara kami bisa sedikit lebih akrab karena memang belum begitu mengenal satu sama lain. Karena mayoritas menyetujui usulan tersebut aku enggan untuk menolaknya meskipun aku sudah ada janji dan kupikir masih ada tenggat waktu yang lumayan lama jika memang nantinya dia keluar kelas sesuai dengan yang dijadwalkan. Tidak lupa aku kirimkan sebuah pesan singkat bahwa aku saat ini pergi ke kantin yang tidak jauh dari kampus dan akan segera kembali kekampus jika doi sudah keluar kelas untuk memastikan bahwa aku tidak menghindarinya.
Sekitar 40 menit doi mengirimkan pesan singkatnya bahwa dia sudah keluar kelas dan lupa membawa nasi goreng buatannya sehingga harus mengambilnya terlebih dahulu di rumah kosnya. Tidak masalah buatku karena aku juga masih dikantin, 5 menit kemudian kurasa tepat untuk menunggunya jika aku ingin menunggunya tidak terlalu lama. Tapi pada saat aku tiba dikampus, sudah sekitar 15 menit doi belum ada kabar ditambah lagi aku hanya sendirian dan belum ada teman yang aku kenal untuk sekedar kuajak ngobrol membuat setiap menitnya menjadi sangat lama dan kampus seperti hamparan keasingan. Kulihat jam 5 menit kemudian masih juga belum ada kabar. Ingin rasanya sesegera mungkin untuk pergi tapi takut nantinya dia bakalan datang itu akan mengecewakannya dan tetap berusaha berprasangka positif. Ketika aku yang seakan – akan mencapai batas penat ada bunyi pengingat pesan dari hpku ternyata pesan itu dari dia dan dia bilang sudah berada di area kampus dan memintaku tetap menunggu.
Didetak yang membuatku nervous dan mulai menerka-nerka karena kami baru sekali bertemu sehingga aku tak mengingat wajahnya dengan baik. Daripada bingung dan semakin tak menentu kutelpon saja dia tak kusangka dia sudah berada tepat dibelakangku betapa merasa tidak enaknya aku tidak mampu menemukannya terlebih dahulu. Dengan menarik nafas panjang kemudian dia mendekatiku dan akhirnya kami bertegur sapa dalam sebuah dialog :
Dedek : Hai
Aku : Hai juga
Dedek : Oh iya tadi kamu kok nggak kelihatan? Padahalkan tinggi (muka rada cemberut)
Aku : Tadi pas kamu lewat mungkin aku pas jongkok buat nelpon kamu, biar kedengaran hehehe
Dedek : Pantesan aja
Aku : Oh iya kesini bareng siapa?
Dedek : Minta anterin kakakku, itulah makanya tadi agak lama gara-gara nungguin dia dandan (nyengir bareng)
Aku : hahaha emang suka lama yang kakak kamu kalo dandan?
Dedek : ya gitulah dia tuh bah sok cantik hehehe
Dedek : oh iya ini nasi gorengnya sorry ya kalo rasanya nggak enak
Aku : aku yakin kok rasanya bakalan enak
Dedek : kok yakin banget
Aku : menurutku kamu buatnya udah sungguh-sungguh
Dedek : hahaha kok tau
Aku : feeling aja sih hehehe
Dedek : sok tau, tapi bener sih
Aku : oh iya terima kasih ya
Dedek : iya sama – sama, jangan lupa dimakan lho
Aku : yoi pasti dimakan kok
Aku : oh iya habis ini mau kemana?
Dedek : mau pinjam buku ekonomi mikro ke perpus terus pulang
Aku : barengan aja gimana? aku juga belum ada minjam buku itu
Dedek : okay lah, yuks (Sambil berjalan ke perpus)
Dedek : Ntar jangan lupa ya dimakan nasi gorengnya
Aku : yoi, pas nih emang belum makan dari pagi
Dedek : lah tadi katanya ke kantin
Aku : iya sih kekantin, tapi kan cuman makan gorengan dua ekor sekarang mungkin udah habis di hancurin sama lambungku hahaha
Dedek : hahahaha
Sesampainya di perpustakaan kami mencari buku pengantar ekonomi 1 setelah menemukannya kami segera meminjamnya. Karena tidak ada rencana mau kemana aku mengusulkan untuk mengantarkannya kembali ke kosannya sekalian pengen tau tempat tinggalnya tetapi kebetulan juga dedek ada mata kuliah lagi nanti setelah tengah hari dan udah janji bahwa saat pulangnya nanti bareng temennya yang satu kos juga dengan dia. Tidak masalah untukku dengan berpamitan untuk segera pulang karena udah penasaran sama nasi gorengnya.
Sesampainya dirumah kubuka kotak nasi tersebut kulihat nasi goreng yang berwarna agak gelap karena warna kecap beserta sedikit potongan timun dan juga telur goreng mata sapi tanpa menunggu lama kusantap saja dan ternyata dari segi rasa menurutku ini lumayan enak untuk ukuran seorang pemula dalam hal memasak paling tidak rasanya lebih enak dari buatanku sendiri. Dan Pada malam sekitar pukul 19 : 30 Dedek mengirimkan sms kepadaku :
Dedek : selamat malam
Aku : selamat malam juga
Dedek : lagi ngapain aja nih?
Aku : lagi ngerjakan tugas pengantar ekonomi mikro nih. Dedek lagi ngapa nih?
Dedek : lagi habis ngegame nih.hehe rajin juga ya. Eh gimana tadi nasi gorengnya, enak enggak?
Aku : mumpung lagi kumat aja nih, biasanya juga males belajar.hehehe enak kok pengen nambah malahan.hehehe
Dedek : hahaha belajar kok pake kumat segala (ada-ada aja). Yang bener padahal belum lama belajar masak nasi goreng lho....hehehe mau dimasakin lagi kah?
Aku : iya kadang suka males kalo belajar sih. Beneran enak kok dari segi rasa aku kalah lah. Tempatnya aja belum aku kembaliin nih,ntar lah kalo udah aku balikin tempat nasinya boleh lah.wkwkwk
Dedek : iya aku juga, kalo masih awal-awal belajar gini suka males tapi kalo udah satu semester gitu biasanya jadi rajin. Hahaha iya deh, ku tungguin ya tempat nasi kesayangan (emoticon peluk)
Aku : wah canggih malahan tuh bisa rajin di kemudian hari.kwkwkw iya aku jagain kok tenang aja. besok malem sibuk nggak? Mau balikin tempat nasinya nih.
Dedek : iya emang gitu dari dulu pas sekolah juga suka males belajar pas awal-awal masuk. Nggak kok kayaknya tapi jam 8 an ya soalnya aku nganterin kakakku kuliah malem dulu. Ntar tunggu di warung depan kos jak ya soalnya kos kamek khusus cewek jak. Oh iya ini aku mau nganterin kakakku yang rempong nih mau ngajakin ntah kemana, smsnya lanjut besok ya.
Aku : okay sep lah. besok aku kesitu jam 8 malem ya. Okay hati-hati ya ntar disesatkan ke germo sama kakaknya (just kidding)...hehehe
Dedek : okay. Husss ntar aku bilangin lho sama kakakku. Bye aku jalan dulu
Aku : eiths jangan deh.... Okay bye
Menurutku ini perkenalan yang menarik dengan dia membuatkanku nasi goreng padahal kami baru saja kenal dan dia sudah sangat berani mempercayaiku. Jujur saja ini membuatku menjadi sedikit besar kepala meskipun sebisa mungkin kutekan untuk mengecilkannya. Ku biarkan ini mengalir begitu saja tanpa perlu menduga – duga apa yang akan terjadi agar lebih bisa menikmati proses ini dan sangat kunantikan apa yang akan kualami hari esok (Tersenyum – senyum sendiri)
. ..................................bersambung................................
Apa kabar teman – teman semuanya? semoga baik -baik saja ya. dan kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah tentang hubunganku dengan seorang wanita ketika aku menjajaki bangku perkulihan.
Pada tahun 2011 saya yang bernama Tukimin berhasil lolos mengikuti ujian serempak masuk perguruan tinggi yang pada waktu itu disebut SNMPTN dan saat ini disebut SBMPTN. Dan lolos di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Pada awal masuk kuliah aku belum mempunyai teman yang
akrab denganku selain teman semasa aku SMA dulu dan ternyata mereka yang dulu pernah satu sekolah denganku kini tidak ada satupun yang sekelas denganku dan Secara otomatis aku harus beradaptasi dengan budaya, bahasa, lingkungan, dan banyak hal lainnya seorang diri agar dapat cepat membaur dengan teman – teman baruku dibangku perkuliahan ini. Awal mulanya aku hanya punya beberapa teman yang bisa untuk bertegur sapa saja tapi kurasa ini adalah awal yang baik karena dengan begitu jika ada tugas atau kepentingan yang sama mungkin bisa segera akrab karena keadaan yang mengharuskan.
Ditahun yang sama kira - kira sekitar dua mingguan setelah perkuliahan berjalan secara aktif aku sudah mulai akrab dengan Dhika, Febri, Esar, faisal, dan beberapa teman lainnya. Kurasa itu sudah cukup untuk menuntunku agar bisa mengenal lebih banyak teman lagi karena kebetulan kami berasal dari kota yang berbeda - beda. Pada sebuah moment ketua kelas kami bernama ical meminta data berupa nama lengkap dan nomor hp agar lebih mudah membagikan informasi seputar perkuliahan dan juga menghubunginya jika ada keperluan tertentu. Tidak ada penolakan sedikitpun dari kami semua dan bahkan dari para cowok terlihat lebih bersemangat karena bisa mendapatkan nomor hp cewek yang ditaksir tanpa bersusah payah (sambil menyelam mandi sekalian) begitulah peribahasanya. Pada prosesnya setelah teman – teman semua mengisi nama dan nomor hp pada secarik kertas aku meminta kepada ketua kelas untuk memfoto kopi kertas tersebut syukur langsung saja dipersilahkan olehnya malahan dia memesan untuk dilebihi biar ada cadangan kalau sewaktu - waktu hilang. Setelah ku foto copy dan membagikan kepada kepada ketua kelas dan beberapa teman yang memesan untuk di foto copykan. Secara tiba - tiba ada seorang cewek yang tak tidak kukenali namanya ingin meminjam foto copyan milikku dengan raut wajah sedikit memelas dan berjanji akan segera mengembalikannya padaku jika sudah merekap semua nomor hp tersebut. Meski awalnya agak ragu namun pada akhirnya aku tidak keberatan untuk memberikannya dan berusaha percaya dengan orang yang namanya baru saja kukenali pada saat itu juga.
Pada sore harinya ada seseorang yang menyapaku "selamat sore" melalui pesan singkat dan nomor tersebut tak terdapat dalam kontak hpku. Kusapa balik saja dan kutanyakan saja siapa namanya dan aku malah diberi teka- teki untuk menebaknya tanpa petunjuk apapun (dasar orang aneh "batinku"). Kutanyakan lagi apakah dia teman sekolahku pada saat SMA ternyata bukan dan tragisnya lagi dia membalas pesan tersebut dengan kata gajebo. Apa lagi ini? Sudah tidak memberitahukan namanya dan membalas pesan dengan bahasa yang tak kuketahui. Gajebo apaan? Kutanyakan lagi kepadanya apa maksud dari kata gajebo itu dan ternyata itu sebuah olokan menanggapi tulisanku pada foto copyan sebelumnya yang katanya hampir tidak dapat dibaca selorohnya. Dengan berjalan nya pesan singkat itu aku mengetahui siapa namanya ternyata dia teman sekelasku yang meminta foto copyan. Awalnya dia menyebutkan bahwa namanya ...sensor.... Tapi doi punya nama panggilan yang dia kira lebih nyaman dan sering digunakan teman - temannya untuk memangilnya dengan nama tpanggilan dedek. Setelah teka-teki tentang siapa dia kami membicarakan dari mana asal sekolah tempat kos, dan beberapa hal sederhana mengenai latar belakang masing -masing Sampai akhirnya kami merasa sudah mulai akrab satu sama lain.
Keesokan harinya kami sudah mulai bercanda dan juga sedikit mengejek satu sama lain menandakan bahwa kami saling menerima satu sama lain untuk berteman. Tapi didekat penghujung pembicaraan pada pesan singkat itu dia menawarkan membuatkan nasi goreng untukku, kutanyakan apakah dia serius mau membuatkan nasi goreng buat aku toh juga baru kenal juga kemarin? Dan dia menyanggupi kalo mau untuk dibuatkannya dan ku iya kan saja tawaran niat baiknya itu lumayan lah hemat makan siang besok (anak kos). Doi pun siap membuatkannya dan untuk ketemu dikampus setelah mata kuliah pertama karena setelah itu kebetulan kita sama – sama tidak ada mata perkuliahan lagi.
Dan Pada hari yang menentukan apakah dia bersungguh – sungguh atau hanya ingin memberikanku harapan kesenangan saja. Pada pagi itu aku masuk kuliah pagi seperti biasanya pada pukul 07 : 30 tetapi kebetulan kita tidak satu kelas pada mata kuliah ini. Kuliah berjalan santai dengan dosen yang hanya memperkenalkan diri dan memberikan garis - garis besar materi yang akan di pelajari selama satu semester, sehingga aku keluar kelas lebih cepat dari yang dijadwalkan. Segera saja kulihat ruang kelasnya yang kebetulan hanya bersebelahan tetapi pintunya masih tertutup dan samar – samar kudengar ada suara seorang Ibu - ibu bukan lain adalah dosen yang menjelaskan sesuatu tapi tidak begitu jelas ku lewati saja kelas itu. Disaat yang sama teman – teman sekelasku memberikan saran untuk nongkrong di kantin yang tidak begitu jauh dari kampus ( sekitar 500 m – 600m dari kampus) agar diantara kami bisa sedikit lebih akrab karena memang belum begitu mengenal satu sama lain. Karena mayoritas menyetujui usulan tersebut aku enggan untuk menolaknya meskipun aku sudah ada janji dan kupikir masih ada tenggat waktu yang lumayan lama jika memang nantinya dia keluar kelas sesuai dengan yang dijadwalkan. Tidak lupa aku kirimkan sebuah pesan singkat bahwa aku saat ini pergi ke kantin yang tidak jauh dari kampus dan akan segera kembali kekampus jika doi sudah keluar kelas untuk memastikan bahwa aku tidak menghindarinya.
Sekitar 40 menit doi mengirimkan pesan singkatnya bahwa dia sudah keluar kelas dan lupa membawa nasi goreng buatannya sehingga harus mengambilnya terlebih dahulu di rumah kosnya. Tidak masalah buatku karena aku juga masih dikantin, 5 menit kemudian kurasa tepat untuk menunggunya jika aku ingin menunggunya tidak terlalu lama. Tapi pada saat aku tiba dikampus, sudah sekitar 15 menit doi belum ada kabar ditambah lagi aku hanya sendirian dan belum ada teman yang aku kenal untuk sekedar kuajak ngobrol membuat setiap menitnya menjadi sangat lama dan kampus seperti hamparan keasingan. Kulihat jam 5 menit kemudian masih juga belum ada kabar. Ingin rasanya sesegera mungkin untuk pergi tapi takut nantinya dia bakalan datang itu akan mengecewakannya dan tetap berusaha berprasangka positif. Ketika aku yang seakan – akan mencapai batas penat ada bunyi pengingat pesan dari hpku ternyata pesan itu dari dia dan dia bilang sudah berada di area kampus dan memintaku tetap menunggu.
Didetak yang membuatku nervous dan mulai menerka-nerka karena kami baru sekali bertemu sehingga aku tak mengingat wajahnya dengan baik. Daripada bingung dan semakin tak menentu kutelpon saja dia tak kusangka dia sudah berada tepat dibelakangku betapa merasa tidak enaknya aku tidak mampu menemukannya terlebih dahulu. Dengan menarik nafas panjang kemudian dia mendekatiku dan akhirnya kami bertegur sapa dalam sebuah dialog :
Dedek : Hai
Aku : Hai juga
Dedek : Oh iya tadi kamu kok nggak kelihatan? Padahalkan tinggi (muka rada cemberut)
Aku : Tadi pas kamu lewat mungkin aku pas jongkok buat nelpon kamu, biar kedengaran hehehe
Dedek : Pantesan aja
Aku : Oh iya kesini bareng siapa?
Dedek : Minta anterin kakakku, itulah makanya tadi agak lama gara-gara nungguin dia dandan (nyengir bareng)
Aku : hahaha emang suka lama yang kakak kamu kalo dandan?
Dedek : ya gitulah dia tuh bah sok cantik hehehe
Dedek : oh iya ini nasi gorengnya sorry ya kalo rasanya nggak enak
Aku : aku yakin kok rasanya bakalan enak
Dedek : kok yakin banget
Aku : menurutku kamu buatnya udah sungguh-sungguh
Dedek : hahaha kok tau
Aku : feeling aja sih hehehe
Dedek : sok tau, tapi bener sih
Aku : oh iya terima kasih ya
Dedek : iya sama – sama, jangan lupa dimakan lho
Aku : yoi pasti dimakan kok
Aku : oh iya habis ini mau kemana?
Dedek : mau pinjam buku ekonomi mikro ke perpus terus pulang
Aku : barengan aja gimana? aku juga belum ada minjam buku itu
Dedek : okay lah, yuks (Sambil berjalan ke perpus)
Dedek : Ntar jangan lupa ya dimakan nasi gorengnya
Aku : yoi, pas nih emang belum makan dari pagi
Dedek : lah tadi katanya ke kantin
Aku : iya sih kekantin, tapi kan cuman makan gorengan dua ekor sekarang mungkin udah habis di hancurin sama lambungku hahaha
Dedek : hahahaha
Sesampainya di perpustakaan kami mencari buku pengantar ekonomi 1 setelah menemukannya kami segera meminjamnya. Karena tidak ada rencana mau kemana aku mengusulkan untuk mengantarkannya kembali ke kosannya sekalian pengen tau tempat tinggalnya tetapi kebetulan juga dedek ada mata kuliah lagi nanti setelah tengah hari dan udah janji bahwa saat pulangnya nanti bareng temennya yang satu kos juga dengan dia. Tidak masalah untukku dengan berpamitan untuk segera pulang karena udah penasaran sama nasi gorengnya.
Sesampainya dirumah kubuka kotak nasi tersebut kulihat nasi goreng yang berwarna agak gelap karena warna kecap beserta sedikit potongan timun dan juga telur goreng mata sapi tanpa menunggu lama kusantap saja dan ternyata dari segi rasa menurutku ini lumayan enak untuk ukuran seorang pemula dalam hal memasak paling tidak rasanya lebih enak dari buatanku sendiri. Dan Pada malam sekitar pukul 19 : 30 Dedek mengirimkan sms kepadaku :
Dedek : selamat malam
Aku : selamat malam juga
Dedek : lagi ngapain aja nih?
Aku : lagi ngerjakan tugas pengantar ekonomi mikro nih. Dedek lagi ngapa nih?
Dedek : lagi habis ngegame nih.hehe rajin juga ya. Eh gimana tadi nasi gorengnya, enak enggak?
Aku : mumpung lagi kumat aja nih, biasanya juga males belajar.hehehe enak kok pengen nambah malahan.hehehe
Dedek : hahaha belajar kok pake kumat segala (ada-ada aja). Yang bener padahal belum lama belajar masak nasi goreng lho....hehehe mau dimasakin lagi kah?
Aku : iya kadang suka males kalo belajar sih. Beneran enak kok dari segi rasa aku kalah lah. Tempatnya aja belum aku kembaliin nih,ntar lah kalo udah aku balikin tempat nasinya boleh lah.wkwkwk
Dedek : iya aku juga, kalo masih awal-awal belajar gini suka males tapi kalo udah satu semester gitu biasanya jadi rajin. Hahaha iya deh, ku tungguin ya tempat nasi kesayangan (emoticon peluk)
Aku : wah canggih malahan tuh bisa rajin di kemudian hari.kwkwkw iya aku jagain kok tenang aja. besok malem sibuk nggak? Mau balikin tempat nasinya nih.
Dedek : iya emang gitu dari dulu pas sekolah juga suka males belajar pas awal-awal masuk. Nggak kok kayaknya tapi jam 8 an ya soalnya aku nganterin kakakku kuliah malem dulu. Ntar tunggu di warung depan kos jak ya soalnya kos kamek khusus cewek jak. Oh iya ini aku mau nganterin kakakku yang rempong nih mau ngajakin ntah kemana, smsnya lanjut besok ya.
Aku : okay sep lah. besok aku kesitu jam 8 malem ya. Okay hati-hati ya ntar disesatkan ke germo sama kakaknya (just kidding)...hehehe
Dedek : okay. Husss ntar aku bilangin lho sama kakakku. Bye aku jalan dulu
Aku : eiths jangan deh.... Okay bye
Menurutku ini perkenalan yang menarik dengan dia membuatkanku nasi goreng padahal kami baru saja kenal dan dia sudah sangat berani mempercayaiku. Jujur saja ini membuatku menjadi sedikit besar kepala meskipun sebisa mungkin kutekan untuk mengecilkannya. Ku biarkan ini mengalir begitu saja tanpa perlu menduga – duga apa yang akan terjadi agar lebih bisa menikmati proses ini dan sangat kunantikan apa yang akan kualami hari esok (Tersenyum – senyum sendiri)
. ..................................bersambung................................



2 komentar:
Cakep... Penasaran gue lanjutannya coeg, buruan napa di post. Btw pengen jg dong dibikinin nasi gorenggg haha
Gebetan lu lah suruh buat nasi goreng, kalo gue yang buat ntar jadi garam goreng hahaha
Posting Komentar