skip to main |
skip to sidebar
Diteras rumah awan mengayun – ayun
Ku teliti putihnya mulai memudar
Cumulonimbus kah engkau?
Angan menjadi kacau dan resah
Duduk terlalu lama
Burung – burung nekat mengejar mimpinya
Padahal hujan hampir kepastian
Ku lihat diriku
menjadi duduk terlalu lama
Burung – burung telah kembali dari peraduannya
Senyuman mereka itu
Lepas dan menyala terang
Kemenangan membawa mimpi- mimpinya
Ku gerutkan gigiku
Dadak sesak dan nafas terikat
tanpa kusadari
Ternyata aku telah memilih kalah
Selasa, 13 Maret 2018
Lelaki mendung
Diteras rumah awan mengayun – ayun
Ku teliti putihnya mulai memudar
Cumulonimbus kah engkau?
Angan menjadi kacau dan resah
Duduk terlalu lama
Burung – burung nekat mengejar mimpinya
Padahal hujan hampir kepastian
Ku lihat diriku
menjadi duduk terlalu lama
Burung – burung telah kembali dari peraduannya
Senyuman mereka itu
Lepas dan menyala terang
Kemenangan membawa mimpi- mimpinya
Ku gerutkan gigiku
Dadak sesak dan nafas terikat
tanpa kusadari
Ternyata aku telah memilih kalah
follow me
Lencana Facebook
Labels
- daily life (3)
- Lelaki Mendung (3)
- part of me (3)
- Puisi (6)
Blog Archive
Mi perfil
- Undergroun
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar