Selasa, 13 Maret 2018

Lelaki mendung


Diteras rumah awan mengayun – ayun
Ku teliti putihnya mulai memudar
Cumulonimbus kah engkau?
Angan menjadi kacau dan resah
    Duduk terlalu lama
    Burung – burung nekat mengejar mimpinya
    Padahal hujan hampir kepastian
    Ku lihat diriku
    menjadi duduk terlalu lama
Burung – burung telah kembali dari peraduannya
Senyuman mereka itu
Lepas dan menyala terang
Kemenangan membawa mimpi- mimpinya
    Ku gerutkan gigiku
    Dadak sesak dan nafas terikat
    tanpa kusadari
    Ternyata aku telah memilih kalah


0 komentar:

Posting Komentar