Di
ambang ketenangan, Di ambang keraguan
Berada
di tengah, tempat terjal merata
Sulit
melembah rasa, mudah merasa dalam mata
Aku yang sunyi, dirimu yang
menepikan
Sesungguhnya
aku hilang, sesungguhnya dirimu siapa
Peraduan ini menanti, peraduannya
biasa saja
Mata ini terus menatapmu, hati ini
tak pernah mengerti
Tinta di
ujung batas, kata apa yang harus kutuliskan
Apakah
cinta? Apakah luka? Ataukah sia – sia?
Kuharap tangan dan tintamu yang menulis
Agar aku
mengerti masih ada kata tanpa tanganku



1 komentar:
Lanjutkan!
Posting Komentar