Semburat niat mengangkat langkah
Menjaga peraduan hampa tanpa arah
Berada diatas bayang bersama air darah
Mata menampik keadaan, Hati menampik perasaan
Tulang belulang lunglai, Hati dan pikiran bertepian
Berfikir memaksa hati, Merasa menerjang hidup
Jejak-jejak tak lagi sama dalam berderap
Kesunyian ini tanpa ada suara, Tanpa ada rasa
Hidupku telah mati, Mataku terus mengarah hampa
Berlari dari kecepatan matamu, Berhenti melewatkan nafasmu
Aku di dataran bayang, Aku di dataran makna
Racun memenuhi hati ini, Indah dan sakit tak lagi terasa
Hanya berharap tulang rusukku terletak melindungi hatimu
Dan mata ini mampu menembus kedalaman matamu
Cahaya malam hilang dalam pandangan
Dinginnya embun tak mampu meresap dalam kulitku
Pagi dan malam adalah sama, Tak tersentuh keindahan
Biarkan aku "air gelas" menguap lama tuk berpindah
Jika kau mengerti? Tempatkan aku dalam aliran
Terus mempunyai arah, Terus mempunyai tempat
Berubah ruang tetapi selalu sama.
skip to main |
skip to sidebar
follow me
Lencana Facebook
Labels
- daily life (3)
- Lelaki Mendung (3)
- part of me (3)
- Puisi (6)
Blog Archive
Mi perfil
- Undergroun
Diberdayakan oleh Blogger.



1 komentar:
Asiik...
Posting Komentar