Selasa, 04 Desember 2012

Air Darah

Semburat niat mengangkat langkah
Menjaga peraduan hampa tanpa arah
Berada diatas bayang bersama air darah
Mata menampik keadaan, Hati menampik perasaan
Tulang belulang lunglai, Hati dan pikiran bertepian

      Berfikir memaksa hati, Merasa menerjang hidup
      Jejak-jejak tak lagi sama dalam berderap
      Kesunyian ini tanpa ada suara, Tanpa ada rasa
      Hidupku telah mati, Mataku terus mengarah hampa
      Berlari dari kecepatan matamu, Berhenti melewatkan nafasmu
Aku di dataran bayang, Aku di dataran makna
Racun memenuhi hati ini, Indah dan sakit tak lagi terasa
Hanya berharap tulang rusukku terletak melindungi hatimu
Dan mata ini mampu menembus kedalaman matamu
      Cahaya malam hilang dalam pandangan
      Dinginnya embun tak mampu meresap dalam kulitku
      Pagi dan malam adalah sama, Tak tersentuh keindahan
      Biarkan aku "air gelas" menguap lama tuk berpindah
Jika kau mengerti? Tempatkan aku dalam aliran
Terus mempunyai arah, Terus mempunyai tempat
Berubah ruang tetapi selalu sama.

1 komentar:

@Dhika55 mengatakan...

Asiik...

Posting Komentar